Pelestarian warisan budaya lokal kini diintegrasikan secara padat ke dalam kegiatan pembelajaran keterampilan bagi para peserta didik di sekolah. Sentra ukir kayu seni pelajar Jepara menjadi wadah pembinaan bakat seni pahat bagi generasi muda sejak usia sekolah. Para siswa dibimbing langsung oleh pengrajin ukir profesional untuk mempelajari teknik memahat kayu dari tingkat dasar hingga mahir. Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan tradisi ukir khas daerah yang telah mendunia.
Di laboratorium keterampilan sekolah, para siswa diberikan fasilitas meja kerja, set pahat standar, serta bahan kayu berkualitas tinggi. Guru mengajari mereka cara mengambar motif ukiran tradisional seperti ragam hias daun dan bunga sebelum mulai memahat pada papan kayu. Ketelitian, kesabaran, serta kehati-hatian dalam mengontrol tekanan pahat menjadi kunci utama untuk menghasilkan ukiran yang halus dan indah. Proses belajar yang tekun ini menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya nenek moyang di dalam jiwa para siswa.
Karya-karya seni ukir yang dihasilkan oleh para pelajar dipamerkan dalam agenda pameran tahunan sekolah dan festival kebudayaan daerah. Pengunjung pameran sering mengagumi keindahan dan kerapian detail pahatan yang dibuat oleh tangan-tangan muda berbakat tersebut. Beberapa hasil karya siswa bahkan diminati oleh kolektor seni dan pembeli lokal sebagai barang hiasan bernilai estetika tinggi. Keberhasilan ini memberikan kebanggaan serta potensi nilai ekonomi mandiri bagi para pelajar yang menekuninya.
Keberadaan Ukir Kayu Seni pelajar ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui penyediaan bantuan alat dan pelatihan rutin. Sekolah yang memiliki program pelestarian seni lokal ini dijadikan sekolah percontohan berbasis kearifan budaya daerah. Sinergi antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya ini terbukti efektif mencegah kelangkaan generasi generasi penerus pengrajin ukir Jepara. Semangat berkarya para siswa menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap relevan di mata generasi muda.
Program pembinaan seni ini terus dikembangkan dengan memadukan teknik pahat manual dan desain motif berbasis aplikasi komputer modern. Para siswa diajarkan menciptakan desain ukiran kontemporer yang diminati oleh pasar internasional saat ini tanpa meninggalkan pakem tradisional. Inovasi ini memperluas wawasan para pelajar dalam melihat peluang karir sebagai desainer produk seni berbahan kayu di masa depan. Pengembangan bakat ini membuktikan suksesnya integrasi budaya lokal dalam sistem pendidikan modern.