Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pengembangan ilmu pengetahuan tidak akan maksimal tanpa disertai kemampuan Berpikir Kreatif dan kritis. Kedua keterampilan ini adalah kunci utama yang membuka potensi siswa untuk menjadi inovator dan pemecah masalah di masa depan. Kemampuan Berpikir Kreatif memungkinkan siswa menghasilkan ide-ide baru, sementara kemampuan kritis membantu mereka mengevaluasi ide tersebut secara logis. Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendidik Indonesia pada 10 Juni 2025 menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang aktif mendorong Berpikir Kreatif pada siswa SMP memiliki rata-rata nilai proyek ilmiah yang 35% lebih tinggi dibandingkan sekolah lain.
Untuk melatih Berpikir Kreatif, guru di SMP kini sering menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Daripada hanya mendengarkan ceramah, siswa ditugaskan untuk merancang dan melaksanakan proyek yang membutuhkan solusi inovatif. Misalnya, dalam mata pelajaran Prakarya, siswa mungkin diminta untuk mendesain prototipe rumah ramah lingkungan dari bahan daur ulang, yang mengharuskan mereka untuk Berpikir Kreatif dalam memilih material dan menyusun desain. Atau, dalam pelajaran Bahasa Indonesia, mereka bisa diminta menulis cerita fiksi dengan alur yang tidak terduga, melatih imajinasi dan penulisan kreatif.
Di sisi lain, keterampilan berpikir kritis diasah melalui diskusi yang mendalam, analisis kasus, dan pemecahan masalah. Siswa diajarkan untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mempertanyakan, mencari bukti, dan mengevaluasi kebenaran suatu klaim. Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), misalnya, siswa akan menganalisis berbagai sumber sejarah dan membandingkan sudut pandang yang berbeda untuk membentuk kesimpulan mereka sendiri. Guru seringkali mengajukan pertanyaan yang memancing pemikiran mendalam, mendorong siswa untuk melihat masalah dari berbagai sisi.
Kolaborasi antara Berpikir Kreatif dan kritis ini sangat vital. Sebuah ide baru (kreatif) perlu diuji dan dievaluasi (kritis) untuk melihat apakah ide tersebut layak dan efektif. Lingkungan SMP yang mendukung eksperimen, toleransi terhadap kesalahan, dan kebebasan berekspresi akan sangat kondusif untuk pengembangan kedua keterampilan ini. Dengan demikian, SMP berperan penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu berinovasi dan mengambil keputusan berdasarkan penalaran yang kuat, siap menghadapi tantangan zaman.